Media baru (era digital) adalah istilah yang di gunakan dalam kemunculan digital, jaringan internet khususnya teknologi informasi komputer. Media baru sering di gunakan untuk menggambarkan teknologi digital.

Media baru memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan atau internet. selain internet seperti media cetak, telivisi, majalah, Koran dan lain-lain bukanlah termasuk dalam kategori media baru.

Media massa Beralih ke media baru atau internet karena ada pergeseran budaya dalam sebuah penyampaian informasi.

Kemampuan media baru yang lebih memudahkan masyarakat dalam menerima informasi lebih cepat dalam hal ini internet yang membuat media massa berbondong-bondong pindah haluan.

Kemajuan teknologilah yang memaksa media massa harus berubah dalam menyampaikan informasi. Media online (internet) di era sekarang ini menggeserkan media massa.

Jika perusahaan media massa seperti Koran, majalan dan lain-lain masih tetap bertahan tanpa mengikuti kemajuan jaman dalam hal ini (internet) maka dapat di pastikan perusahaan tersebut akan mengalami kemunduran karena kebutuhan masyarat dalam menerima informasi sudah beralih ke media baru atau internet.

Sebenarnya Hampir satu dasawarsa Indonesia terlambat dalam mengadopsi teknologi komunikasi khususnya internet. Dengan munculnya budaya digital masyarakat sangat cepat menerima perkembangan teknologi tersebut. Di lihat secara global Indonesia siap dalam menerima budaya digital, budaya digital di butuhkan dalam mencapai pertumbuhan yang positif sesuai dengan kemajuan jaman itu sendiri.

Sebagai contoh dalam sebuah bisnis atau perusahaan, di era sekarang ini kemampuan digital yang cukup mendorong kemajuan sebuah perusahaan, memudahkan dalam sisi menegement. Namun jika di lihat secara individu masyarakat Indonesia masih banyak yang tidak dapat memanfaatkan kemunculan digital sebagai sesuatu yang positif.

Banyak orang yang justru terjebak dalam penerimaan kemunculan digital yang menjadikan manusia menjadi tidak manusiawi seperti menurun bahkan hilangnya etika, moral, dan budaya.

Contoh sederhana; Saat dosen tengah menjelaskan materi tidak sedikit mahasiswa yang asyik bermain dengan gadgetnya; cek instagram, facebook, twitter dan lain-lain tanpa peduli bahwa dosen yang sedang menjelaskan atau bebicara. Inilah sebuah etika tidak lagi menjadi prioritas.

Mengacu pada nilai-nilai etika, moral dan budaya inilah maka tantangan terbesar adalah bagaimana individu-individu dapat siap dalam menerima era budaya digital ini.

Kesimpulannya adalah bagaimana membuat individu berfikir cerdas dalam kemunculan era budaya digital, Karena jika tidak justru era digital budaya akan membuat kemunduran nilai-nilai manusia itu sendiri.

Leave a Reply